Serba - Serbi Barito Timur


Penduduk utama Kalimantan Tengah adlah Suku Dayak, di Kalimantan Tengah terdapat beberapa Suku Dayak diantaranya Ma’anyan, Ot Danum, dan Ngaju. Suku Dayak Ngaju sebagian besar mendiami daerah hilir disepanjang daerah sungai Kapuas, sungai Kahayan, sungai Rungan Manuhing, Sungai Barito, dan Sungai Katingan.

            Suku Bakupai adalah suku Dayak Ngaju yang telah beragama Islam, Suku ini banyak mendiami daerah sepanjang aliran sungai Barito, di Tumbang Samba, Katingan. Disepanjang Sungai Mahakam bagian tengah, diantaranya didaerah Long Iram.

Kabupaten Barito Timur dengan Ibu Kota Tamiang Layang terletak antara 102’LU 205’ LS dan 114 - 115 BT Kabupaten ini secara adminitratif berbasis disebelah utara, Selatan dan Barat dengan Kabupaten Barito Selatan, disebelah Timur Berbatasan dengan Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan.

Penduduk Barito Timur juga tersebar di sepuluh kecamatan yaitu, Banua Lima, Dusun Timur, Paju Epat, Awang, Patakep Tutui, Dusun Tengah, Raren Batuah, Paku, Karusen Janang. Pematang Karau yang mayoritas penduduknya adalah Suku Dayak Ma’anyan dan Lawangan, juga Suku Dayak Ngaju dan Dayak Bakumpai, suku lain seperti suku Banjar dan Jawa.

Barito Timur semula adalah bagian dari wilayah kewedanan Kabupaten Barito Timur dengan ibukota Muara Teweh. Pada saat daerah Barito Selatan menjadi daerah Otonomi pada tanggal 21 September 1959 melalui Undang-undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang pembentukan daerah tingkat II di Kalimantan, Barito Timur bersama dengan Kecamatan Dusun Timur, Kecamatan Awang, Kecamatan Banua Lima, dan Patangkep Tutui masih dalam wilayah kewedanan daerah Tingkat II Barito Selatan.
Tahun 2002 Kabupaten Barito Timur secara resmi ditetapkan sebagai Derah Otonomi berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2002 tentang pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kebaupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Barito Timur.

Di zaman dahulu, banyak hal-hal dan kejadian menarik yang pernah terjadi didalam kehidupan masyarakat, sehingga banyak peninggalan-peninggalan dari para leluhur yakni para nenek moyang pada zaman dahulu, yang berupa benda keramat, cerita-cerita legenda, alat musik, tarian, budaya dan adat istiadat, padahal semua peninggalan itu dapat kita lestarikan ditengah-tengah masyarakat.

Di zaman yang modern ini banyak sekali orang yang melupakan tentang budaya, padahal budaya adalah suatu harta yang sangat berharga bagi suatu daerah, suku, bahkan masyarakat, banyak sekali peninggalan-peninggalan yang masih disimpan oleh masyarakat saat ini.   

Spot Mancing Paling Populer Di Barito Timur, Kalimantan Tengah.


Memancing adalah salah satu kegiatan yang paling diminati hampir sebagian besar orang. Begitu juga orang Barito Timur. Sungguh ada banyak tempat memancing yang populer dimasyarakat Barito Timur dan sebagian besar tempat tersebut berupa Danau yang begitu banyak menyimpan beberapa jenis ikan. Namun dari sebagian besar tempat tersebut lumayan sulit untuk dijangkau, baik dengan kendaraan roda dua atau roda empat. Ada berupa jalan beraslpal namun sudah terkelupas tanpa ada perbaikan, ada juga jalan perusahaan yang berbatu, becak saat hujan dan berdebu saat kering, dan bahkan  ada juga jalan setapak yang hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua saja. Tetapi itu semua tidaklah menjadi hambatan bagi seorang penghobi ‘gila’ memancing. Apapun kondisi jalan akan tetap ditempuh demi sebuah hobi tersebut.
Spot memancing yang sulit inilah yang mungkin menyebabkan ketersediaan ikan menjadi sangat melimpah. Namun, ada hal yang paling dibenci oleh setiap pemancing terjadi diwilayah Barito Timur ini. Hal tersebut adalah banyak oknum yang memanfaatkan situasi dan kondisi kurang pengawasanya dari pihak terkait untuk memainkan alat setrum ikan sesuka hati. Dan apa yang terjadi, dulu ikan berlimpah sekarang sebaliknya menjadi sedikit. Tidak hanya itu ada juga yang nekat memakai berbagai macam jenis obat untuk memabukkan ikan bahkan mematikan ikan, yang tidak lain untuk mendapatkan ikan berlimpah.
Hal tersebut perlu ditindak lanjuti oleh pemerintah agar membuat Perda yang mengatur Zonasi penangkapan ikan dan menertibkan semua pelanggaran yang terjadi. Hal ini serius, karena tidak hanya mengurangi jumlah populasi ikan tetapi juga sangat merusak lingkungan.

Pemerintah Daerah seharusnya serius menangani DAS di wilayah Barito Timur ini, agar penataan lajur sungai dan tempat tinggal harus terkesan rapi dan tidak kumuh. Sehingga keberlangsungan dan pemanfaatan sungai sebagai sumber penghasilan dan kehidupan masyaratkatnya akan selalu berjalan dengan harmonis.
Berdasarkan pengalaman saya, tempat memancing yang sangat ‘keren’ di wilayah Barito Timur adalah di Desa Bingkuang, Desa Muara Pelantau, Desa Pulau Patai dan sepanjang perkebunan PT. SGM di Desa Dayu.
Yang sangat menarik dari berbagai tempat tersebut adalah di wilayah perkebunan PT. SGM karena di daerah tersebut terdapat tempat memancing dengan berbagai ikan yang tersedia cukup bervariasi diantaranya adalah Tauman, Tawelen (Gabus), Kadiki, Papuyu, dan Kakapar.
Khusus untuk ikan Tauman, ikan ini adalah ikan yang paling sulit di taklukan selain karena hanya terdapat dibeberapa tempat juga ikan ini sulit untuk memakan umpan pancing kita.

Ikan Tauman termasuk ikan predator yang memakan ikan-ikan kecil bahkan daging suiran hewan yang larung didalam sungai. Nah oleh sebab itu, didaerah Barito Timur ini ikan Tauman atau Toman ini tidak hanya dipancing dengan cara Casting/ Poping tetapi juga dengan daging suiran. Daging tersebut bisa daging ayam pada umumnya, atau yang lebih khusus lagi dan sering dipakai saya adalah daging Kampret alias Juris alias Kelelawar dengan cara menguliti atau memisahkan antara daging dengan kulitnya serta buang kepala dengan tulang tangan dan kakinya. Bentuklah umpan dengan 3 sampai empat ekor kelelawar tadi di kail dijamin tidak sampai setengah jam anda akan merasakan tarikan sang predator sungai yang dahsyat tersebut.
SILAKAN TINGGALKAN JEJAK ANDA DISINI DAN JANGAN LUPA KOMENTAR, KRITIK, SARAN, INFO, DAN LIKE FUNPAGES ATAU TUKERAN LINKNYA YO BROTHER, OK! | Please Leave Your Impressions Here | пожалуйста оставьте ваши впечатления здесь