Buah Jamaka Buah Khas Kalimantan yang Unik dan Fenomenal

JAMAKA






Jamaka atau Jumaka adalah tanaman yang unik sering tumbuh di didalam tropis Kalimantan berdaun panjang dan berbuah berwarna hijau ketika mentah dan berwarna ungu ketika sudah matang.

Khusus diwilayah Kalimantan Tengah didaerah Kabupaten Barito Timur, tanaman ini sering tumbuh liar di kebun karet warga, di kebun sawit, maupun didalam hutan.




Bagi masyarakat Dayak Maanyan tentu tidak asing lagi mendengar salah satu tanaman ini.

Yang menjadi fenomenal, tanaman ini sedari dahulu sudah diingatkan orang tua jangan sampai termakan atau dimakan karena sangat beracun. Benarkah demikian??




Ya, Tanaman ini dikaitkan dengan racun yang terkandung didalamnya, sehingga siapa pun yang memakannya akan mengalami keracunan.




Namun konon, ada beberapa orang yang sudah mencoba  khasiatnya sebagai obat Maag Kronis dan hasilnya luar biasa bisa menyembuhkan.

Saya sebelumnya belum percaya dengan kesaksian dan ulasan dari beberapa orang yang sebelumnya saya  memposting di fb tentang bahaya mengkonsumsi Buah Jamaka tersebut. Tetapi dari sekian komentar di fb tersebut ternyata sebagian besar yang berkomentar sudah pernah mengkonsumsi buah tersebut dan sembuh dari Maag Kronis.

Namun saya tentu tidak menyarankan untuk mengkonsumsi buah Jamaka tersebut sebelum ada penjelasan medis atau penelitian yang membuktikan tanaman ini bisa menyembuhkan Maag Kronis.

Ya tentunya nasehat orang tua itu akan selalu diingat. Tetapi penjelasan ilmiahnya tentang bahaya atau pun manfaat tanaman tersebut juga harus kita tau. Tapi sampai hari ini masih misteri.

Tapi untuk informasi awal, tanaman ini memang layak untuk dijadikan obyek penelitian obat karena sudah beberapa orang yang mendapatkan khasiatnya.

Selain buah, tanaman ini juga bisa dimanfaatkan akarnya untuk pengganti dupa. Karena akar dari tanaman ini bisa mengeluarkan aroma khas seperti dupa pada umumnya.

 

Nah bila berjalan kedalam hutan Kalimantan dan bertemu tanaman ini, jangan buru buru dimakan ya gaes kita tunggu penelitian para ahli hehe...



Lele Limbat (Indonesia)

Kadiki Wakay (Dayak Maanyan)

 

Ikan jenis ini adalah hewan nokturnal atau aktif pada malam hari.

Ikan ini pun memiliki ciri warna coklat serta corak tutul kuning,  tubuh memanjang seperti wakay (tumbuhan merambat, dalam Bahasa Dayak Maanyan) serta bobot yang besar bisa mencapai 1 kg lebih.

Di Kalimantan Tengah khususnya, ikan jenis ini ada dua macam, yang ukuran tubuhnya pendek dan ada juga yang panjang. Untuk yang pendek dinamai “Kadiki Ime” yang panjang sering disebut “Kadiki Wakay”.

Ikan ini sangat cocok hidup pada ekosistem perairan gambut. Terutama diperairan yang tertutup oleh semak belukar. Ikan jenis ini juga sering berdiam diri didalam lubang di sela-sela akar pohon.

Seiring perkembangan zaman, luasan lahan gambut yang dulunya adalah hutan belantara, sekarang berubah menjadi lahan sawit perusahaan. Sehingga ekosistem ikan jenis ini pun sekitika berubah dan menyesuaikan dengan keadaan habitatnya yaitu hidup di aliran sungai atau parit di sela-sela tanaman Sawit.

Oleh sebab itu, habitat asli ikan jenis ini pun terancam. Sehingga salah satu cara untuk melestarikan ikan ini, mau tidak mau dengan cara ditangkarkan atau dibudidaya. Namun, permasalahnya adalah sampai saat ini belum ada yang bisa membudidayakannya?  

Adapun manfaat kesehatan dari menkonsumsi ikan jenis ini diataranya mampu mencegah aterosklerosklerosis,  meningkatkan massa otot,  mencegah autoimun,  mencerahkan dan melembabkan kulit, menyehatkan mata serta menghalau penyakit diabetes.


SILAKAN TINGGALKAN JEJAK ANDA DISINI DAN JANGAN LUPA KOMENTAR, KRITIK, SARAN, INFO, DAN LIKE FUNPAGES ATAU TUKERAN LINKNYA YO BROTHER, OK! | Please Leave Your Impressions Here | пожалуйста оставьте ваши впечатления здесь