“Inovasi untuk Indonesia yang ramah lingkungan”

_- Menanam Kebijakan dan Gairah Pemerintah Untuk Back To Nature -_




Indonesia adalah Negara yang besar terdiri dari ribuan pulau, Perlu waktu untuk menghitung satu-satu. Dari sekian banyak pulau itu, yang paling populer ialah pulau Jawa. Why ? Karena disana terdapat singgasana yang mengatur maju dan mundurnya Negara ini. Tak salah bila banyak instruksi dan kebijakan yang keluar dari sana. Dan kadang, mengatas namakan pemerintah tetapi menghasilkan output yang menyengsarakan masyarakat. Tak hanya itu, kadang kebijakan pemeintah juga tak ramah lingkungan. Tetapi dari itu semua, penyakit menahun yang sering mejangkiti pemerintah adalah lamban dalam bertindak. Terlepas dari itu semua, Jakarta sebagai singgasana pemerintahan seharusnya memberikan cerminan yang bagus kepada daerah lain. Dari hal fisik seperti masalah kebersihan.

Kalau dari luar saja sudah kelihatan tumpukan sampah yang berantakan, lingkungan yang kumuh, tata ruang yang berantakan, bagaimana dengan yang berada dipemerintahan? Bagaimana  pemerintah bisa sehat dengan hal yang seperti itu. Saya mencontohkan seperti Jakarta yang merupakan rumah pusat pemerintahan kita, tidak terlepas dari masalah lingkungan yang rumit. Mungkin terlihat bersih disekitar  Istana Dan kotanya, tetapi berbeda dengan yang ada di lingkungan pemukiman penduduk. Sampah menumpuk, kumuh, irigasi yang mampet, dan bau yang tak enak dari aliran sungai yang ada. Begitulah hari-hari yang mewarnai Jakarta.

Memang tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja terhadap  masalah itu. Tetapi alangkah berwibawanya pemerintah bila turun tangan melihat, mendengar dan merasakan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah itu merumuskan dan rekomendasikan apa yang harus masyarakat lakukan. Karena yang terlihat dari masyarakat sekarang seolah-olah hanya berpangku tangan kepada pemerintah, kalau diinstruksikan baru bertindak. Tanpa ada inisiatif yang tumbuh dari individu masing-masing. Tidak banyak orang peduli dengan masalah ini, hanya beberapa LSM dan aktivis serta masyarakat yang punya hati saja yang peduli. Pemerintah jangan lepas tangan begitu saja dengan masalah ini, dan membiarkan masyarakat bodoh dan malas untuk bertindak. Organisasi-organisasi yang berbasis masyarakat harus lebih didorong dan diaktifkan lagi oleh pemerintah, dan kapan perlu suntikan dana yang telah menjadi masalah mendasar dalam masyarakat untuk bertindak. Saat ini masyarakat sudah terlalu terbiasa dengan hidup yang serba instant. Sampah saja dengan seenaknya masyarakat buang yang tidak pada tempatnya, karena mungkin untuk membuang sampah pada tempatnya perlu waktu dan biaya. Menumpuk dan menggunung tanpa ada yang peduli, menunggu penyakit dan masalah datang menghampiri.

                Contoh buram yang lain adalah pasar kumuh pinggir jalan. Bukan masalah pasarnya, melaikan tempat yang menjadi lokasi berjualan tersebut. Biasanya ini terjadi disekitar pasar tradisional yang sudah ada dan diadakan dipinggir jalan serta dimulai pada malam hari sampai pagi hari. Pada pagi hari pedagang harus angkat kaki dengan barang dagangannya, kalau tidak mau berurusan dengan satpot PP. Namun itu saja kalau ada satpol PP yang berjaga dan mau menertipkan pedagang-pedagang yang nakal itu. Namun sayang beribu sayang  kesangaran sang satpol PP tidak membuat si pedagang jera atau takut untuk melanggar aturan kembali . Jangankan aturan yang harus dipatuhi bukan dilanggar, satpol saja dicuekin para pedagang. Sepertinya pedagang lebih memikirkan keuntungan daripada mematuhi aturan yang sudah ada. Mencari sesuap nasi memang selalu menjadi jurus jitu para pedagang untuk melanggar aturan. Dari hasil melanggar aturan tersebut para pedagang menghasilkan kemacetan dan sudah pasti sampah yang menggunung. Mengganggu masyarakat lain yang tidak berdosa untuk beraktivitas.

                Masalah kebersihan ibukota negara kita ini seharusnya lebih dijaga dan diperhatikan, bukan hanya masalah politik saja yang lebih dipentingkan. Tak ada pemerintah yang sempurna, yang artinya tidak semua masalah negara bisa teratasi. Yang paling penting adalah komitmen pemerintah untuk berubah. Komitmen saja tidaklah cukup untuk membendung masalah lingkungan ini. Kalau hanya membuat peraturan tanpa ada sosialisai secara terus menerus, itu sama saja membuatnya untuk dilanggar. Pemerintah harus bisa bersinergi dan sharing dengan pemerintah daerah untuk selalu uptodate dengan masalah yang ada dilapangan. Jangan membedakan masalah ini dari sudut pandang pemerintah mana yang lebih berwenang, antara pusat dan daerah. Kalau pemerintah daerah tidak bertindak, maka pemerintah pusat harus cepat tanggap untuk mengambil alih masalah ini.

                Masalah kebersihan khususnya Jakarta, memang sudah diambang batas kewajaran. Dari masalah ini saja banyak sub masalah lain bermunculan. Lihat saja dengan giatnya pemerintah mempromosikan pariwisata kita, namun apakah dari infrastruktur kita sudah dibenahi? Tidaklah heran bila wisatawan asing lebih memilih tempat yang mereka rasa lebih bersih dan tertata seperti Singapura. Kita harus lebih banyak belajar dengan negara tetangga kita itu, jangan hanya bias mencemburui saja.

                Pemerintah pusat dan daerah harus bisa merangkul masyarakatnya yang malas dan terbiasa dengan hal yang instant, untuk membimbingnya menuju masyarakat yang peduli dan cinta dengan kebersihan. Saatnya pemerintah merubah pola pikir masyarakat untuk mau berubah demi kepentingan bersama. Dan saatnya pula bagi pemerintah untuk dekat dengan masyarakatnya, dan jangan melihatnya lewat perantara saja. Melihat secara langsung akan memberikan inspirasi bagi pemerintah untuk memberikan solusi yang lebih tepat terhadap masalah kebersihan ini. Kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus lebih banyak diadakan, untuk memberikan kesan kepada masyarakat bahwa pemerintah peduli dengan mereka. Tak ada yang tak mungkin dan tak ada yang terlambat bagi pemerintah untuk bertindak dan lebih memantapkan kebijakannya dan lebih bisa diterima oleh masyarakat luas. Kebijakan itu harus melihat dari sisi dan sudut pandang yang berbeda, dan atas dasar hasil analisa dari lapangan.

                Saya yakin pemerintah bisa berubah, Indonesia jadi lebih baik. Kebijakan yang tepat, pasti akan menghasilkan ouput yang bisa diterima oleh masyakat. Pemerintah harus lebih mengutamakan melihat dan memikirkan kebijakan yang tepat, dari pada harus memikirkan terlebih dahulu aturan dan membangun infrastruktur. Apabila tidak dipertimbangkan terlebih dahulu kebijakan apa yang harus diambil, maka sia-sia saja  peraturan dan infrastruktur yang dibangun. Maka pada intinya, kebijakan yang bagus adalah kebijakan yang mengutamakan kebersihan kota dan negara serta, mendekatkan pemerintah dan masyarakat layaknya adik-kakak dalam satu keluarga.

Related Posts by Categories



Artikel Terkait


Andri Arai Atei Takam Katuluh Ni. Andri Naun Hang Yari Isa Lawit Uneng Ni, Mara Takam Ngantuh "Selamat Panalu" Ma Posting Selanjut Ni..!!

Posting Komentar

Makasih

SILAKAN TINGGALKAN JEJAK ANDA DISINI DAN JANGAN LUPA KOMENTAR, KRITIK, SARAN, INFO, DAN LIKE FUNPAGES ATAU TUKERAN LINKNYA YO BROTHER, OK! | Please Leave Your Impressions Here | пожалуйста оставьте ваши впечатления здесь